Membentuk Tim IT Sendiri Atau Outsourcing?

Apapun bisnis yang dijalankan, Anda tetap membutuhkan website untuk bisnis Anda. Kita sudah pernah membahas Kenapa Bisnis Anda Harus Memiliki Website?

Hanya saja, bisnis yang Anda jalankan bukanlah sebuah bisnis yang berhubungan dengan IT. Untuk saat ini, Anda tidak memiliki tim IT di dalam struktur bisnis Anda.

Anda ingin membuat sebuah website yang merupakan sebuah pekerjaan yang bersifat IT. Anda pun dihadapi sebuah pilihan, apakah sebaiknya membentuk tim IT sendiri atau menggunakan jasa pembuatan website?

Sebagian calon klien yang sering menanyakan hal ini dalam sesi konsultasi gratis yang kami berikan. Sebagian lagi tidak pernah mempertimbangkan hal ini. Namun menurut kami, ini adalah sebuah hal penting yang wajib dipertimbangkan sebelum kita membuat website untuk bisnis kita.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan jawaban untuk pertanyaan ini disertai dengan penjelasannya. Penjelasan ini adalah pandangan kami, Anda tidak harus mengikutinya. Pada akhirnya, pilihan ada di tangan Anda masing-masing.

Apa Fungsi Website Anda?

Dengan menjawab satu pertanyaan ini, kita sudah bisa menentukan apakah sebaiknya membentuk tim IT sendiri untuk mengerjakan website tersebut atau menggunakan jasa pembuatan website, baik menggunakan jasa freelancer ataupun IT agency.

Setelah kita menentukan untuk apa membuat website kita, selanjutnya kita bisa mengetahui sifat dari website tersebut.

Berdasarkan sifatnya, website bisa dibagi menjadi 2 jenis, yaitu statis (hampir tidak ada perubahan) atau dinamis (selalu berubah).

1. Website Statis

Website jenis ini memiliki konten atau isi yang jarang berubah. Sebulan sekali, seminggu sekali, atau bahkan ada sekali perubahan dalam satu hari masih bisa dikategorikan website statis.

Pada dasarnya, website seperti ini bisa dijalankan oleh satu orang saja dan hanya membutuhkan waktu yang pendek untuk membuat sebuah perubahan.

Contoh website seperti ini adalah website untuk company profile, personal branding atau landing page. Kita tidak terlalu sering melakukan perubahan.

2. Website Dinamis

Website jenis ini memiliki isi yang selalu berubah. Biasanya website seperti ini memiliki fitur yang mengizinkan penggunanya (bukan pemilik website) untuk menambahkan konten secara bebas.

Walaupun para penggunanya bebas menambahkan konten apapun, kita sebagai pemilik tidak boleh membiarkan begitu saja. Kita harus rutin memeriksa konten yang ditambahkan, pastikan tidak berbahaya untuk keamanan website kita dan juga sesuai dengan sifat konten yang ingin kita tampilkan di website.

Jadi, semakin banyak pengguna website, kita juga membutuhkan tim yang lebih besar untuk memelihara website tersebut.

Contoh website seperti ini adalah website e-commerce, media sosial seperti Facebok & Instagram, hingga website yang berfungsi sebagai sistem untuk memproses data perusahaan.

Biasanya jenis website seperti ini juga bukan hanya mengalami perubahan di sisi konten, tapi juga di fitur. Ketika jumlah pengguna bertambah, biasanya kita akan mendapatkan permintaan penambahan fitur-fitur baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

Tim Sendiri Atau Outsource?

Nah, dari penjelasan dua jenis website di atas, mungkin Anda sudah bisa menebak apakah harus membentuk tim IT sendiri atau lebih menguntungkan jika meng-outsource pekerjaan pembuatan website ke pihak lain.

Jika Anda ingin membuat website statis, menurut kami akan lebih menguntungkan jika menggunakan jasa dari pihak lain. Memang lebih mahal daripada gaji sebulan seorang ahli IT, tapi Anda cukup membayarnya sekali saja. Kemudian untuk pemeliharaan website, sudah pasti biayanya jauh lebih murah daripada gaji bulanan seorang ahli IT.

Hubungi kami jika Anda membutuhkan jasa pembuatan dan pemeliharaan website.

Jika Anda ingin membuat sebuah website dinamis yang memiliki fitur yang cukup canggih, sebaiknya Anda membentuk tim IT sendiri.

Jangan terjebak dengan harga jasa yang jauh lebih murah daripada besar investasi yang Anda butuhkan untuk membentuk tim IT. Biasanya pemilik bisnis akan menyesal ketika ingin kembali menggunakan jasa outsource tersebut, baik itu untuk melakukan perbaikan ataupun penambahan fitur. Sering kali si penyedia jasa akan mematok harga yang cukup drastis karena mereka tahu bahwa kliennya ini tidak ada pilihan lain selain mereka.

“Tapi saya tidak memiliki kemampuan IT sama sekali, bagaimana caranya membentuk tim IT?”

Ini juga merupakan salah satu tantangan terbesar untuk pemilik bisnis yang tidak memiliki background IT. Menurut kami, satu-satunya cara yang paling tepat adalah dengan mencari partner yang bisa menutupi kelemahan ini. Pastikan Anda memilih partner yang memiliki visi yang sama dengan Anda dan memiliki kemampuan IT yang baik untuk memimpin divisi IT bisnis Anda.

Kesimpulan

Semoga penjelasan di atas bisa membantu Anda membuat pertimbangan dalam bisnis Anda.

Bisa jadi Anda menyediakan budget yang cukup besar untuk test market bisnis baru Anda ini, sebenarnya sah-sah saja jika Anda ingin menggunakan jasa outsource untuk membangun website canggih Anda.

Kembali lagi, pada akhirnya keputusan ada di tangan Anda sendiri 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.